
Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata
Perjalanan Rohku,
Melengkapi Sebuah Kembara,
Singgah Di Rahim Bonda,
Sebelum Menjejak Ke Dunia,
Menanti Di Barzakh,
Sebelum Berangkat Ke Mahsyar,
Diperhitung Amalan,
Penentu Syurga Atau Sebaliknya
Tanah Yang Basah Berwarna Merah,
Semerah Mawar Dan Juga Rindu,
Tujuh Langkah Pun Baru Berlalu,
Seusai Talkin Bernada Syahdu,
Tenang Dan Damai Di Pusaraku,
Nisan Batu Menjadi Tugu,
Namun Tak Siapa Pun Tahu Resah Penantianku
Terbangkitnya Aku Dari Sebuah Kematian,
Seakan Kudengari,
Tangis Mereka Yang Kutinggalkan,
Kehidupan Disini Bukan Suatu Khayalan,
Tetapi Ia Sebenar Kejadian
Kembali Oh Kembali,
Kembalilah Ke Dalam Diri,
Sendirian Sendiri,
Sendiri Bertemankan Sepi,
Hanya Kain Putih Yang Membaluti Tubuhku,
Terbujur Dan Kaku,
Jasad Terbujur Didalam Keranda Kayu
Ajal Yang Datang Di Muka Pintu ,
Tiada Siapa Yang Memberitahu,
Tiada Siapa Pun Dapat Hindari,
Tiada Siapa Yang Terkecuali,
Lemah Jemari Nafas Terhenti,
Tidak Tergambar Sakitnya Mati,
Cukup sekali Tak Sanggup Untuk Kumengulangi
Jantung Berdenyut Kencang,
Menantikan Malaikat Datang,
Mengigil Ketakutan Gelap Pekat Di Pandangan,
Selama Ini Diceritakan
Kini Aku Merasakan
Di Alam Barzakh Jasad Dikebumikan
Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata
"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke (dunia), nescaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.
(As-Sajdah, 32 : 12)
Sabda Rasulullah s.a.w;




